Pantai Mandalika


Salah satu yang menarik dari kedatangan Raja Salman adalah ternyata Arab Saudi tidak hanya fokus berinvestasi di bidang minyak seperti yang banyak orang perkirakan tetapi Arab Saudi juga akan berinvestasi di bidang pariwisata. Dan salah satu lokasi yang menjadi perhatian Raja Salman adalah Pantai Mandalika. Kabarnya Raja Salman akan membangun resort kelas dunia di tempat ini.

Kawasan Pantai Mandalika sendiri telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Menurut rencana pemerintah kawasan ini nantinya akan menjadi pusat parwisata di Pulau Lombok. Nantinya dalam kawasan ini akan dibangun 20 hotel berbintang lengkap dengan fasilitas mewahnya. Pantai-pantai di sekitarnya seperti Pantai Kuta Lombok, Pantai Tanjung Aan, Pantai Gerupuk, Pantai Serenting dan Pantai Seger juga akan menjadi suatu kawasan wisata laut terpadu dalam satu wadah KEK.


Saya sangat beruntung sekali sudah pernah mengunjungi pantai ini pada tahun 2016 yang lalu. Saat itu saya dan istri sengaja berlibur di Lombok dan mengunjungi beberapa pantai yang ada di Lombok. Kami saat itu menginap di Kawasan Pantai Senggigi di sisi barat pulau Lombok. Lokasi pantai mandalika sendiri berada di bagian selatan Pulau Lombok. Kami membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke pantai ini dengan menggunakan motor.

Tak terlalu sulit untuk sampai ke pantai ini karena banyak petunjuk jalan yang membatu kami. Sebenarnya di papan petunjuk jalan yang ada hanya tertulis Pantai Kuta, tetapi setelah kami lihat di google maps letaknya ternyata tidak jauh dari Pantai Mandalika. Setelah kami sampai di Jalan Raya Pantai Kuta sudah banyak pentunjuk lain yang mengarahkan kami langsung ke Pantai Mandalika.

Jalan menuju Pantai Madalika sangat baik. Hanya saja saya tidak bisa membawa kendaraan sampai di pinggir pantai karena lokasi pantai ini dipisahkan oleh sebuah delta atau gundukan tanah yang dikelilingi air. Tetapi pemerintah telah membangun sebuah jembatan kayu yang dapat digunakan pengunjung untuk sampai ke bibir pantai.

Melalui jembatan ini sisi indah pantai mandalika sudah bisa disaksikan. Pasirnya putih dan halus. Beberapa bukit dan pepohonan menjadikan pantai ini seolah-olah seperti pulau sendiri yang terpisah dari yang lain. Maklum sepanjang perjalanan menuju pantai ini memang kondisinya agak gersang.

Disisi lain jembatan ini terlihat juga beberapa jejeran patung yang menggambarkan kisah Putri Nyale. Kisah ini merupakan salah satu cerita rakyat bagi masyarakat Suku Sasak. Pada sekitar bulan Febuari setiap tahun diadakan Festival Bau Nyale untuk memperingati cerita rakyat ini.

Ombak di Pantai Mandalika agak lebih tenang dari pada pantai di sekitarnya seperti Pantai Seger yang berada persis di sebelahnya. Beberapa pondok dan bungalow dibangun dengan atap yang terbuat dari alang-alang dan kayu kelapa membuat suasana makin eksotis. Suasana di pantai ini sangat tenang mungkin karena kecilnya suara ombak. saya hanya mendengan suara angin yang berhembus dan suara burung-burung yang terlihat bermain diantara pepohonan kelapa.

      
    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melihat Danau Sentani Dari Bukit Teletubbies

Jalan-jalan ke Perbatasan RI – Papua New Guinea

Gua Maria Bitauni, Tempat Ziarah Bergaya Klasik